RSS

Beberapa macam bentuk sediaan obat tetes



1. Obat Tetes Mata ( OTM )
Membutuhkan data yang sama seperti obat suntik.
OTM merupakan sediaan cair yang diteteskan kedalam mata dengan bahan pembawa air, minyak dalam bentuk larutan atau suspensinya di dalam air atau di dalam minyak.
Merupakan sediaan yang membutuhkan penambahan bahan pengawet seperti fenil merkuri nitrat atau fenil merkuri asetat ( 0,002% ), Benzalkonium klorida ( 0,01%), dll.
Benzalkonium klorida kurang cocok digunakan sebagai bahan pengawet obat tetes mata yang mengandung anestesi lokal. Isotonis dan isohidris bukan merupakan syarat mutlak yang harus dipenuhi.

2.Obat Tetes Hidung
Berupa larutan dengan pembawa air dari zat aktif berikut : antiseptik, analgetik, dan vasokontriktor.
Bahan pembawa minyak sudah lama ditinggalkan karena minyak mampu menghambat gerakan silia pada mukosa hidung dan mampu mencapai trakea menimbulkan pneumonia lipoid.
Gerakan silia tidak dipengaruhi jika diberikan larutan isotonis NaCl atau larutan lainnya yang dibuat isotonis dengan penambahan NaCl. Begitu pula jika pH larutan mendekati netral dan viskositas larutannya sama dengan viskositas mukus hidung. Larutan dengan pH tinggi dapat menyebabkan rusaknya silia karena kemampuan mendaparnya yang rendah.

3.Obat Tetes Telinga
Berupa larutan atau suspensi dalam bahan pembawa air, gliserol, alkohol encer, propilen glikol, atau pelarut lainnya yang cocok, yang digunakan dengan meneteskannya ke dalam telinga.
Zat aktif yang sering diberikan dalam bentuk obat tetes telinga adalah kloramfenikol untuk membasmi infeksi jamur, sedangkan untuk infeksi yang akut disarankan menggunakan antibiotik dengan efek sistemik. Hidrogen peroksida atau natrium bikarbonat untuk melunakkan tahi telinga. Spiritus untuk membersihkan telinga setelah terkena infeksi. Astringen seperti Aluminium asetat untuk mengeringkan telinga yang mengeluarkan cairan dan Fenol sebagai antiseptik.

flu babi???????

Berita yg marak saat ini adalah menyebarnya virus flu babi...,bahkan negara kita turut waspada untuk pencegahan virus ini.

Indonesia dan negara-negara dunia lainnya berupaya keras mencegah penyebaran virus ini supaya tdk makin meluas..,slh satunya dengan cr meningkatkan/mmperbanyak stock obat yg mampu melawan sumber penyebab, yaitu TAMIFLU

Tamiflu merupakan obat yg diproduksi oleh Roche Inc. USA.Obat ini termasuk golongan obat neuraminidase inhibitor, dimana mekanisme kerja obat ini dgn menyerang virus flu & menghentikan penyebaran virus di dlm tubuh.

Obat ini diresepkan untuk pasien usia 1 tahun keatas dan yg tlh mengalami flu selama 2 hari. Efek samping dari obat ini mual, muntah, bronkitis, insomnia, vertigo (efek ini jrg terjadi pd pasien yg mengkonsumsi obat ini).

Apa seh Leptospirosis itu????

Leptospirosis adalah sekelompok infeksi yang terdiri dari Sindroma Weil, Jaundice Spiroketal (sakit kuning) dan Demam Kanikola.

PENYEBAB
Bakteri Leptospira.

Leptospirosis terjadi pada banyak binatang buas. Beberapa binatang bertindak sebagai pembawa dan mengeluarkan bakteri dalam air kemihnya (air kencing tikus), sedangkan yang lainnya bisa menjadi sakit dan mati. Manusia mendapatkan infeksi ini melalui kontak dengan binatang atau air kemihnya.

Meskipun leptospirosis merupakan penyakit karena pekerjaan pada petani, pekerja di tempat pemotongan hewan dan pekerja selokan (comberan), tetapi banyak orang-orang yang terinfeksi karena kegiatan tertentu seperti berenang di air yang terkontaminasi.

GEJALA
Gejala-gejala biasanya timbul dalam waktu 2-20 hari setelah terinfeksi bakteri.
Biasanya penyakit dimulai secara tiba-tiba denagn adanya demam, sakit kepala, nyeri otot hebat dan menggigil.

Gejala paru-paru (batuk darah) terjadi pada 10-15% penderita.
Episode demam dan menggigil, yang sering mencapai 38,9?Celsius berlangsung selama 4-9 hari.
Konjungtivitis (infeksi selaput bola mata dan kelopak mata) muncul pada hari ketiga atau keempat.

Demam akan menghilang selama beberapa hari, tetapi akan muncul lagi bersama-sama dengan gejala lainnya pada hari ke-6 atau ke-12.
Pada saat ini, biasanya terjadi peradangan selaput otak (meningitis), menyebabkan kaku kuduk, sakit kepala dan kadang-kadang penurunan kesadaran (stupor atau koma). Gejala-gejala ini bukan sebagai akibat dari infeksi pada selaput otak, tetapi merupakan akibat dari peradangan yang disebabkan oleh efek racun pada tubuh yang mencoba menghancurkan bakteri.

Seorang wanita hamil yang terinfeksi leptospirosis bisa mengalami keguguran.


Sindroma Weil

Merupakan bentuk yang lebih berat dari leptospirosis yang menyebabkan demam yang terus menerus, penurunan kesadaran dan berkurangnya kemampuan darah untuk membeku sehingga terjadi perdarahan dalam jaringan.
Gejala awal dari sindroma Weil lebih ringan dari leptospirosis.

Pemeriksaan darah menunjukkan adanya ,I>anemia.
Pada kari ke-3 sampai hari ke-6, muncul tanda-tanda kerusakan ginjal dan hati. Penderita akan merasakan sakit saat berkemih atau air kemihnya berdarah. Kerusakan hati biasanya ringan dan akan sembuh total.

Penderita yang tidak mengalami sakit kuning biasanya akan sembuh.
Sakit kuning menunjukkan adanya gangguan hati dan akan meningkatkan resiko kematian sampai 10% pada penderita diatas 60 tahun.

DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan dengan ditemukannya bakteri pada biakan darah, air kemih atau cairan serebrospinal; atau dengan ditemukannya antibodi terhadap bakteri di dalam darah.

PENGOBATAN
Bila terjadi wabah, bisa diberikan antibiotik doksisiklin untuk pencegahan.
Untuk mengobati penyakitnya, diberikan penisilin, ampisilin atau antibiotik lainnya yang serupa. Pada kasus yang berat antibiotik diberikan secara intravena (melalui pembuluh darah).

PENCEGAHAN
Penderita tidak perlu diisolasi, tetapi harus berhati-hati pada saat menangani dan membuang air kemihnya.